Penulis : John Steinbeck
Penerbit : Selasar
Tebal : 150 halaman
Kategori : fiksi, novel
Jenis kover : soft cover
Kondisi : baru, segel
Harga : Rp. 25.500 ( Hemat Rp. 4.500 )
Berat : 155 gram
Bahasa : Indonesia
RATING
3.71 avg rating 522,925 ratings
SINOPSIS
Realitas tragis tentang perjuangan hidup manusia yang berusaha keras meraih impian di antara sekian banyak keterbatasan. Dituturkan oleh penulis humanis untuk merayakan kapasitas manusia yang telah terbukti atas kebesaran hati dan semangat membara – atas jiwa ksatria saat dikalahkan, atas keberanian, kasih sayang dan cinta.
“Berusahalah memahami masing-masing manusia, karena dengan memahami satu sama lain, kalian bisa bersikap baik satu sama lain. Mengenal baik seorang manusia tak pernah berakhir dengan membencinya dan nyaris selalu mencintainya.”
-John Steinbeck
Penulis : John Steinbeck (Pemenang Nobel Sastra 1962)
Penerbit : Pustaka Jaya
Tebal : - halaman
Kategori : fiksi
Jenis kover : soft cover
Kondisi buku : buku baru, segel
Harga jual : Rp. 40.500
Berat : 270 gram
Bahasa : Indonesia
Sinopsis
Dataran Tortilla menggambarkan kehidupan kaum paisanos – rakyat jelata yang berdarah campuran Spanyol, Indian, Meksiko dan Kaukasia, di sebuah daerah nelayan yang miskin. Danny, seorang non konformis, memimpin sekelompok petualang, hidup bersenang-senang, tanpa pertimbangan buruk-baik. Tapi sebuah tragedi yang menimpa kelompok petualang ini merupakan amanat pengarang yang halus mengenai nilai hakikat manusia dalam menghadapi nasib.
Penulis : John Steinbeck
Penerbit : Buku Obor (1999, ctk.1)
Tebal : 261+397 halaman
Kategori : fiksi, novel
Jenis kover : soft cover
Kondisi : bekas, cukup baik
Harga : Rp. 45.000
Berat : 775 gram
Bahasa : Indonesia
RATING
3.81 avg rating – 115,093 ratings
PRESTASI
Karya Peraih Nobel Sastra 1962
Karya Peraih Pulitzer Prize 1940
SINOPSIS
Inilah karya klasik John Steinbeck yang mengantarkannya menjadi Pemenang Nobel Sastra pada tahun 1962. Melalui novelnya, Steinbeck berupaya memotret transformasi sosial dahsyat yang sedang berlangsung di Amerika semasa tahun 1930-an. Lewat keluarga Joad, satu diantara kaum tani yang terpaksa hengkang dari tanahnya karena terusir, ia kisahkan jalinan drama yang realistik dan naturalistik.
Amarah dijadikan wahana sang pengarang untuk menuangkan refleksinya atas lapisan msyarakat dan manusia miskin dalam memaknai dunianya. Bahkan dalam keadaan terjepit pun, manusia tetap mampu dalam mencapai kebesaran jiwa, tabah dalam menghadapi kekalahan dan tetap memiliki keberanian, asa, kasih sayang dan cinta. “Bukankah manusia dibekali oleh kekuatan keilahian, yang dulunya dinisbahkan hanya milik para dewa?” Itulah sebagian kutipan yang disampaikan dalam penerimaan hadiah Nobelnya.
Penulis : John Steinbeck (Peraih Nobel Literatur 1962 & Pulitzer 1940)
Penerbit : Penguin (1992)
Tebal : 620 halaman
Kategori : fiksi, novel
Jenis kover : soft cover
Kondisi buku : buku bekas, cukup baik
Harga jual : Rp. 70.000
Berat : 490 gram
Bahasa : Inggris
PRESTASI
Karya Peraih Pulitzer Prize 1940
Karya Peraih Nobel Literatur 1962
SINOPSIS
The Pulitzer Prize-winning epic of the Great Depression, a book that galvanized – and sometimes outraged – million of readers.
The Grapes of Wrath summed ip its era in the way that Uncle Tom’s Cabin had summed up the years of slavery before the Civil War. At once naturalistic epic, captivity narrative, road novel, and transcendental gospel, Steinbeck’s fictional chronicle of the Dust Bowl migration of the 1930s is perhaps the most American of the American classics.
Although it follows the movement of thousands of men and women and the transformation of the entire nation, The Grapes of Wrath is also the story of one Oklahoma farm family, the Joads, who are driven off their home instead and forced to travel west to the promised land of California. Out of their trials and their repeated collisions against the hard realities of an America divided into Haves and Have Nots, Steinbeck created a drama that is intensely human yet majestic in its scale and moral visoin, elemental yet plainspoken, tragic but ultimately stirring in its insistence on human dignity.
WINNER OF THE NOBEL PRIZE FOR LITERATURE