Penulis : Karen Armstrong
Penerbit : Mizan
Tebal : 673 halaman
Kategori : non fiksi, filsafat
Jenis kover : soft cover
Kondisi : baru, segel
Harga : Rp. 84.150 ( Hemat Rp. 14.850 )
Berat : 750 gram
Bahasa : Indonesia
RATING
3.84 avh rating – 4,783 ratings
SINOPSIS
Sejarah Tuhan adalah kajian lengkap tentang Tuhan yang paling populer sejak publikasi pertamanya pada dekade terakhir abad ke 20. Ditulis oleh Karen Armstrong, komentator masalah agama terkemuka asal Inggris, buku ini melacak sejarah persepsi dan pengalaman manusia tentang Tuhan sejak jaman Nabi Ibrahim hingga kini. Selain memerinci sejarah tiga agama monoteistik: Yahudi, Kristen, dan Islam, buku ini juga menampilkan tradisi Buddha, Hindu, dan Konfusius. Evolusi keyakinan manusia tentang Tuhan dilacak dari akar-akar kunonya di Timur Tengah hingga sekarang.
Melalui narasi yang gurih, ia mengajak kita menelusuri filsafat klasik dan mistisisme Abad pertengahan hingga era Reformasi, Pencerahan, dan skeptisisme zaman modern. Tak berlebihan jika dikatakan bahwa Karen Armstrong telah melakukan upaya luar biasa menyuling sejarang intelektual monoteisme ke dalam satu buku yang memikat dan enak dibaca seperti ini.
“Sangat provokatif dan enak dibaca, ini adalah sumbangsih besar bagi kajian agama-agama.”
-Booklist
Penulis : Karen Armstrong
Penerbit : Bentang (2011)
Tebal : 608 halaman
Kategori : non fiksi, filsafat
Jenis kover : soft cover
Kondisi : baru, segel
Harga : Rp. 75.650 ( Hemat Rp 13.350 )
Berat : 660 gram
Bahasa : Indonesia
RATING
3.90 avg rating – 795 ratings
SINOPSIS
Setelah melacak perkembangan konsepsi manusia tentang Sang Pencipta dalam Sejarah Tuhan, kini Karen Armstrong menampilkan kajian tentang masa depannya. Dalam buku ini, Karen Armstrong menunjukkan pembelaan terhadap Tuhan dan agama menentang fundamentalisme dan ateisme.
Di berbagai penjuru dunia, kita melihat agama-agama sedang mengalami kebangkitan. Dampaknya terasa di berbagai bidang: politik, sosial, dan ekonomi. Namun, pada saat yang sama, skeptisisme dan nihilisme terhadap Tuhan dan agama pun terasa meningkat sebagai respons terhadap perkembangan itu. Dalam buku ini, Karen Armstrong tampil lebih tegas mendukung agama dari serangan bertubi-tubi fundamentalisme maupun pemikir ateisme semacam Richard Dawkins, Christopher Hitchens, dan Sam Harris. Karen Armstrong memperlihatkan kesejajaran antara ateisme gaya-Dawkins dan fundamentalisme kontemporer.
Dengan nada optimisme spiritual yang tenang, Karen Armstrong menyajikan gambaran menggairahkan tentang masa depan agama-agama.